Advertise Box

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
0
Sumber: http://kosmo.vivanews.com/news/read/205544-bocah-cilik-ini-menyerupai-nenek-80-tahun

VIVAnews - Ashanti Smith berjalan perlahan menuju kamar tidurnya yang berdekorasi warna merah jambu. Sambil tersenyum, ia mengucapkan selamat tidur pada sang ibu.

Tapi, tidur bagi bocah cilik ini berarti sebuah perjuangan. Ashanti yang baru berusia delapan tahun terperangkap di dalam tubuh lansia, seperti seorang nenek berusia 80 tahun. Itulah sebabnya, setiap langkah dalam hidupnya adalah waktu yang sangat berharga bagi sang ibu, Phoebe.

Si gadis kecil pemberani didiagnosis memiliki penyakit penuaan yang langka. Ia menderita Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGP) beberapa pekan sebelum usianya satu tahun.

Seperti bocah pada umumnya, Ashanti suka bermain dengan teman sebayanya. Tapi tubuhnya sangat ringkih. Berat badannya hanya 12 kilogram, lebih ringan dari adiknya Brandilouise, yang berusia 5 tahun.

Penyakit langka ini telah menghancurkan tubuh dan sendi-sendinya. Dia, misalkan, sulit berjalan jauh.  Jarak bisa sangat menyakitkan bagi Ashanti. Itu sebabnya, Ashanti membutuhkan bantuan kursi roda khusus.

Ashanti kerap sesak napas, karena anggota tubuhnya lemah. Itu juga efek dari pengerasan arteri dan sirkulasi darah yang buruk. Sejak usia satu tahun, semua rambut di kepala gadis kecil ini rontok. Untuk mengurangi penderitaannya, Ashanti menjalani pengobatan perintis dua kali setahun di Marseilles, Perancis.

Para dokter mengakui belum mengetahui bagaimana penyakit ini mempengaruhi sistem peredaran darah Ashanti di masa depan.

Sang ibu, Phoebe, 25, mengungkap pernyataan tentang buah hatinya yang luar biasa. "Ashanti adalah seorang yang sangat luar biasa, penuh kebahagiaan dan dicintai banyak orang," katanya seperti dikutip dari The Sun.
Phoebe bertutur, ketika lahir, Ashanti tak menampakkan kelainan apapun. "Ketika dilahirkan, ia tampak sangat sempurna. Dia memiliki mata biru besar yang indah dan hidung yang kecil," ujarnya.

Namun, tiga pekan setelahnya Ashanti mulai menampakkan gangguan pertumbuhan. Selama enam bulan, ia tak bertumbuh, dan mulai berhenti makan. Saat usianya setahun barulah diketahui penyakit itu berdiam di tubuhnya.

"Saat mengetahuinya, hati saya hancur. Tapi ia adalah anak yang kuat. Putriku mungkin punya kelainan, tapi dia manusia yang penuh cinta," ujar Phoebe.

HGP adalah kondisi genetik yang sangat langka di dunia. Hingga saat ini, penyakit itu belum bisa disembuhkan. Ashanti termasuk salah satu dari dua penderita yang ditemukan di Inggris.

Kendati tak mempengaruhi perkembangan otak, HGP menyebabkan penuaan arteri secara cepat, dan berakibat pada kematian dini. Kebanyakan penderita tak mencapai ulang tahun ke-15 akibat dampak penyakit tersebut pada kesehatan jantung dan arteri.
0
sumber: http://www.detiknews.com/read/2011/02/23/111428/1576962/10/warga-terus-datangi-makam-menangis-tpu-prumpung-mulai-berantakan?n991102605Jakarta - Meski sudah dijelaskan tidak ada apa-apa di makam Desi Tri, namun warga masih penasaran terus berdatangan ke TPU Prumpung, Jakarta Timur. Akibat ramainya pengunjung, TPU Prumpung kini mulai berantakan.

Pantauan detikcom di TPU Prumpung, Rabu (23/2/2011), petugas pemakaman kewalahan untuk mengusir warga yang terus menerus datang ke TPU. TPU pun mulai tak beraturan karena sampah-sampah berserakan di mana-mana, rumput-rumput mulai rusak karena diinjak pengunjung, beberapa nisan makam mulai miring, tanah-tanah makam agak merosot.

"Ini jadi beban kita kalau begini terus. Dari kemarin banyak orang yang datang ke sini. Kasihan makam-makam di sebelahnya," ujar petugas pemakaman Ketut Merta.

Kedatangan warga hari ini memang tak sebanyak kemarin. Kemarin diperhitungkan kurang lebih mencapai seribuan orang. Sedangkan hari ini hanya sekitar 200-an orang.

Petugas pemakaman padahal sudah mengusir warga yang hendak melihat makam Desi tersebut. Namun tetap saja, hal itu tidak digubris warga yang dirundung rasa penasaran yang besar.

"Hari ini saya sudah 3 kali meminta warga untuk tidak berkerumun di makam Desi. Capek kalau gini terus. Tetap saja mereka datang," jelasnya.

Bahkan ada warga yang sengaja datang dari jauh hanya untuk melihat makam Desi. Seperti Ibu Wati (43) yang dari dari Ciracas. Wati penasaran setelah melihat pemberitaan di televisi. Dengan mengendarai motor bersama temannya, Wati pun sampai ke TPU Prumpung.

"Kita penasaran saja karena kan di TV ramai di makam sini pengen lihat saja," ujar Wati.

Sementara itu, tidak tampak seorang pun polisi atau Satpol PP yang berjaga-jaga di sekitar TPU. Padahal kemarin makam masih dijaga sejumlah polisi dan Satpol PP.
(gus/fay)
0
Sumber: http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/02/24/casablanca-macet-parah-jalan-alternatif-padat




JAKARTA (Pos Kota) – Kondisi kemacetan dan antrean kendaraan di ruas Jl. Raya KH Abdulah Syafei atau Casablanca maupun kawasan Blok M dan Jl. Raya Pangeran Antasari adanya proyek pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT) semakin parah. Bahkan,
sejumlah ruas jalan alternatif yang ada sebagian besar tak mampu menampung kepadatan kendaraan saat jam sibuk kerja.

“Hampir seluruh ruas jalan alternatif untuk menghindari kemacetan di ruas Jl. Raya Casablanca dari arah Tebet menuju Tanah Abang maupun sebaliknya saat jam sibuk kerja terlihat tak mampu menampung kendaraan warga yang melintas,” kata Untung,
warga Setiabudi, Rabu (23/2).

Menurut dia, jumlah jalan lingkungan maupun kompleks perkantoran kawasan pusat bisnis Setiabudi hampir setiap jam sibuk kerja baik pagi maupun sore hari selalu padat. Bahkan, kemacetan terjadi di ruas Jl. Raya Casablanca baik dari arah Tanah Abang maupun Kampung Melayu (Tebet) karena ada penyempitan proyek JLTN.
Arus lalulintas di ruas Jl. Raya MT Haryono, Jl. Raya Dr. Sahardjo, Jl. Raya Sultan Agung, Jl. Raya Rasuna Said, Jl. Raya Menteng Pulo dan sejumlah jalan lingkungan lainnya terlihat padat merayap. Walaupun, padat namun kendaraan bisa berjalan dua arah sehingga dapat mengurangi penumpukan di ruas Jl. Raya Casablanca.
Kemacetan dan antrean juga terlihat di sepanjang Jl. Raya Jenderal Sudirman dari arah Semanggi menuju Blok M maupun Cilandak – Blok M serta Jl. Raya Kapten Tedean ke Kebayoran Baru. Adanya penyempitan ruas Jl. Raya Iskandarsyah dan sepanjang
Jl. Raya Pangeran Antasari – Blok M karena proyek JLTN Blok M – Cilandak.

Ny. Gugun, warga Cilandak KKO, mengatakan kemacetan tak hanya terjadi di lokasi proyek JLTN tapi berimbas ke sejumlah jalan alternatif dari arah Cilandak atau Ragunan menuju Blok M seperti Jl. Raya Cipete, Jl. Raya Pelita, Jl. Raya Kemang, Jl. Raya Panglima Polim, Jl. Raya RS Fatmawati dan Jl. Raya Kapten Tedean.
Antrean kendaraan setiap saat pasti terjadi di ruas Jl. Raya Iskandarsyah hingga Jl. Raya Pangeran Antasari, tuturnya, tak hanya di ruas jalan yang sedang dibangun JLTN tapi Jl. Raya Kemang maupun Jl. Raya Cipete juga mendapatkan imbasnya.
Demikian pula kendaraan dari arah Kebayoran Lama atau Semanggi yang ingin menuju ke Cilandak harus perlahan sesampainya di Jl. Raya Iskandarsyah maupun Jl. Raya Panglima Polim karena adanya penyempitan di perempatan Jl. Raya Trunojoyo karena sedang digali untuk Undarpass di perempatan jalan depan Mabes Polri tersebut.
Pemantau Pos Kota, kemacetan di ruas Jl. Raya Casablanca dari arah Tanah Abang terjadi mulai dari ujung jembatan Jl. Raya Jend. Sudirman akibat penyeberang jalan di depan Ambasador Plaza dan penyempitan badan jalan akibat proyek JLTN yang dipagar.
Untuk dari arah Kampung Melayu terjadi sejak jembatan Layang Dr. Sahardjo hingga jalan arteri Rasuna Said dari Mampang Prapatan menuju Tanah Abang akibat adanya pembagian badan jalan di tengah Jl. Raya Casablanca.
(anton/sir)

Sponsored by